4 Kelas Kebakaran di Indonesia

Kelas Kebakaran merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan sifat api dalam kaitannya dengan bahan bakar yang dinyalakan. Hal ini berpengaruh pada jenis bahan pemadam atau pemadam yang akan digunakan.

Sesuatu yang biasanya kita pahami bahwa kita juga harus mengenal konsep teori segitiga api (fire triangle) yang adalah model sederhana untuk memahami reaksi kimia yang harus terjadi untuk menciptakan api.

Konsep segitiga api ini terdiri dari tiga elemen yaitu bahan bakar, panas dan oksigen – yang semuanya harus ada agar api dapat menyala. Hal ini juga menunjukkan saling ketergantungan bahan-bahan ini dalam menciptakan dan mempertahankan api dan mengajarkan kita bahwa menghilangkan salah satu unsur ini akan mencegah atau memadamkan api.

kelas kebakaran

Di Indonesia, berdasarkan peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/1980 membaginya kedalam 4 kategori, yaitu:

Kelas Kebakaran A

Kelas Kebakaran A adalah api yang disebabkan oleh benda padat yang biasanya mudah terbakar, seperti kayu, kertas, pakaian, kain, plastik, sampah kering dan sejenisnya. Benda-benda ini tentu saja mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita, baik dalam lingkungan rumah maupun lingkungan kerja.

Kelas Kebakaran B

Kelas Kebakaran B adalah api yang disebabkan oleh bahan bakar cair yang mudah terbakar seperti minyak bumi, bensin, lilin, cat, thinner, alkohol, gas, aseton, lemak, propanol, metanol dan sejenisnya.

Terbakarnya dari bahan bakar ini biasanya terjadi di pabrik-pabrik kimia, perusahaan minyak dan gas, pabrik cat dan sejenisnya.

Kelas Kebakaran C

Kelas Kebakaran C adalah api yang terjadi yang diakibatkan aktivitas listrik atau peralatan listrik. Api yang timbul akibat listrik dapat terjadi selama ada sumber daya listrik seperti korsleting, hubung singkat, kelebihan beban, atau masalah lain yang dapat menyebabkan kinerja listrik tidak stabil. Ini bisa terjadi dengan perangkat elektronik, motor penggerak atau instalasi jaringan listrik di sekitar kita.

Kelas Kebakaran D

Kelas Kebakaran D adalah api yang disebabkan oleh benda logam padat seperti zeng, magnesium, bubuk aluminium, natrium, titanium, lithium, kalium dan lain-lain.

Zat-zat ini cenderung terbakar karena mereka mudah bereaksi dengan oksigen, yang merupakan salah satu unsur terbentuknya api dalam rangkaian segitiga api. Reaksi kimia yang terjadi karena logam dapat menimbulkan api dengan cepat dan berpotensi menyebabkan ledakan. Salah satu bahan kimia yang paling mudah terbakar yang sering kita temui adalah penggunaan lithium dalam baterai ponsel.

Kesimpulan

Tujuan dari pengklasifikasikan kelas kebakaran di atas untuk menjadi panduan agar dapat mengantisipasi sedini mungkin bila terjadi timbulnya api. Untuk perlindungan terhadap api awal, Anda dapat menyediakan alat pemadam api yang cocok untuk melindungi aset dan properti anda.