Persyaratan EEBD SOLAS di Kapal

EEBD SOLAS adalah sebuah alat bantu pernapasan di atas kapal yang harus memenuhi seluruh persyaratan dari Safety of Life at Sea. Peralatan bertipe open-circuit yang dilengkapi penutup hood & digunakan pada penyelamatan diri di semua lingkungan dimana situasi berbahaya bisa saja terjadi dikarenakan kebakaran atau kekurangan oksigen.

eebd solas

Seperti halnya sebagian besar alat bantu pernapasan lainnya di atas kapal, Emergency Escape Breathing Device (EEBD) memiliki alarm yang dapat didengar untuk mengindikasikan berkurangnya udara yang tersedia pada sekitar 10 menit waktu penggunaan, memberikan waktu bagi pemakainya untuk mengevakuasi diri dari daerah berbahaya.

Penting untuk dicatat bahwa EEBD BUKAN alat pemadam kebakaran dan tidak ditujukan untuk membantu individu mengosongkan lingkungan sekitarnya. Seharusnya tidak pernah, dalam kondisi apapun, digunakan untuk memadamkan api atau mengevakuasi korban.

Fitur Konstruksi

Konstruksi EEBD SOLAS meliputi:

    • Silinder Tabung adalah silinder udara terkompresi berkapasitas lebih kurang 3 liter yang bertahan setidaknya 15 menit saat bernafas. Silinder diisi dengan compressor & adaptor yang sesuai digunakan ketika melakukan isi ulang.
    • Hood & Face Piece adalah masker wajah Emergency Escape Breathing Device (EEBD), yaitu bagian pemasok oksigen ke pemakai dari silinder dan menutupi kepala dan wajahnya saat melarikan diri dari daerah terkontaminasi
    • Jendela bening: Jendela bening disediakan di bagian wajah dan terbuat dari bahan tahan api untuk penglihatan lebih jelas dan pelarian yang aman. Perangkat ini tersedia untuk memastikan visibilitas maksimum.
    • Indikator Tekanan: Ini untuk mengetahui sisa tekanan dan untuk mengetahui kapan harus mengisi ulang udara di dalamnya.

Persyaratan EEBD SOLAS di kapal

    1. Emergency Escape Breathing Device adalah alat bantu pernapasan di kapal (marine industry) yang wajib ada. EEBD SOLAS harus mematuhi dan tunduk pada kode keselamatan sistem kebakaran dan peralatan cadangan harus disimpan di atas kapal untuk tujuan pelatihan.
    2. Peralatan harus disetujui oleh otoritas berwenang.
    3. Semua kapal kargo setidaknya harus membawa paling sedikit 2 buah Emergency Escape Breathing Device (EEBD) di area akomodasi.
    4. Semua kapal penumpang setidaknya harus membawa dua buah perangkat Emergency Escape Breathing Device (EEBD) di zona vertikal utama.
    5. Untuk kapal pengangkut lebih dari 36 penumpang, dua Emergency Escape Breathing Device (EEBD) juga diperlukan di setiap zona vertikal utama.
    6. Peralatan harus ditempatkan di area ruang mesin yang mudah terlihat, ditempatkan di sebagian besar ruang kontrol mesin, bengkel, dan dekat dengan rute pelarian.
    7. Instruksi singkat untuk pengoperasian & penggunaan diberikan dengan diagram atau gambar.

Perawatan

    1. Periksa jarum indikator berada di zona hijau sehingga memastikan tidak ada kebocoran. Inspeksi ini harus dilakukan setiap bulannya
    2. Selalu menjaga casing perangkat tetap bersih. Ini juga harus dilakukan setiap bulan
    3. Periksa & catat tanggal kedaluwarsa. Emergency Escape Breathing Device (EEBD) biasanya memiliki masa pakai sekitar 15 tahun
    4. Jangan membuka peralatan di area yang ditentukan.

Peralatan Emergency Escape Breathing Device EEBD harus disimpan dengan perangkat perlindungan yang sesuai dan di area yang mudah diakses. Perawatan sebaiknya dilakukan oleh produsen saja jika telah kadaluarsa.