Memahami klasifikasi kebakaran berdasar jenis bahan bakarnya

Klasifikasi kebakaran adalah penggolongan atau pembagian kelas api atas jenis bahan bakarnya.

Dengan adanya pemahaman mengenai pembagian tersebut akan mempermudah personel dalam pemilihan media pemadam yang akan dipergunakan dengan lebih cepat & lebih tepat. Pembagian ini digolongkan ke dalam beberapa kelas api yang umum berlaku di Indonesia. Setiap kategori didasarkan pada jenis bahan bakar dan agen yang digunakan sebagai media pemadamannya.

klasifikasi kebakaran

Perkembangan Klasifikasi kebakaran sebelumnya dimulai sebelum tahun 1970 dimana saat itu terdapat tiga kategori yaitu jenis Kelas api A, B dan C. Seiring dengan perkembangan & kemajuan peradaban manusia modern, klasifikasi kebakaran sesudah tahun 1970 berkembang menjadi empat bagian yaitu jenis kelas api A, B, C dan D, perkembangan ini didasarkan atas ditemukan semakin intensifnya pemakaian jenis bahan bakar yang sifatnya berbeda dengan bahan bakar lainnya, disamping itu juga dengan ditemukan jenis media pemadam baru yang lebih efektif dalam pemadaman suatu jenis bahan bakar tertentu

Klasifikasi kebakaran di Indonesia sendiri masih mengadopsi penggolongan menurut NFPA, hal ini sesuai dengan peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No. PER-04/MEN/1980 tanggal 14 April 1980. Klasifikasi kebakaran NFPA dibagi ke dalam empat kategori dasar – yang ditunjuk kelas api A, B, C, dan D seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Klasifikasi kebakaran yang digolongkan dari jenis bahan bakar yang dikonsumsi terdiri atas :

klasifikasi kebakaran kelas a

Klasifikasi Kebakaran Kelas A melibatkan bahan bakar umum seperti kayu, kertas, kain, karet & beberapa plastik. Air biasanya merupakan agen pemadam terbaik karena dapat menembus bahan bakar dan menyerap panas. Bahan kimia kering (Dry chemicals) yang digunakan untuk memotong reaksi berantai kimia (chemical chain reactions ) pada jenis kelas api A memiliki efektifitas tinggi.


klasifikasi kebakaran kelas b

Klasifikasi Kebakaran Kelas B melibatkan cairan & gas yang mudah terbakar seperti bensin, alkohol, dan propana. Agen pemadam yang cocok memadamkan api atau mengurangi konsentrasi oksigen yang tersedia untuk zona pembakaran adalah yang paling efektif. Agen pemadam yang umum digunakan meliputi busa, karbon dioksida, dan bahan kimia kering.


.klasifikasi kebakaran kelas c

Klasifikasi Kebakaran Kelas C melibatkan peralatan listrik berenergi seperti peralatan, kabel, sakelar, kotak panel, outlet, lampu, dan catu daya (power supply). Diperlukan agen pemadam non-conductive untuk memadamkan api kelas C. Bahan kimia kering dan gas inert adalah agen yang paling efektif. Jika hal itu dapat dilakukan dengan aman, personel harus mengisolasi daya ke peralatan listrik sebelum mencoba melakukan pemadaman. Setelah peralatan listrik dinonaktifkan, api yang timbul bisa dianggap sebagai kelas api A.


klasifikasi kebakaran kelas d

Klasifikasi Kebakaran Kelas D melibatkan logam yang mudah terbakar seperti magnesium, natrium, titanium, aluminium bubuk, kalium, litium dan zirkonium (biasanya tidak untuk keperluan rumah tangga). Kategori ini membutuhkan bahan pemadam khusus yang biasanya diproduksi untuk logam tertentu.


klasifikasi kebakaran kelas k

Klasifikasi Kebakaran Kelas K paling sering terjadi ketika media memasak yang mudah terbakar (seperi minyak goreng, lemak nabati atau hewani) digunakan, dan sebagian besar waktu ditemukan dalam operasi memasak komersial. Pemadam khusus kelas api K sangat diperlukan di setiap lokasi yang memasak menggunakan minyak, lemak, atau lemak hewani. Setiap dapur restoran harus memiliki alat pemadam yang terletak di dalamnya sebagai kelengkapan sistem pemadaman.

Unsur Api

Untuk menyala, api membutuhkan tiga elemen yang menjadi syarat untuk timbulnya nyala api yaitu berupa bahan bakar, oksigen, dan panas atau sumber penyalaan. Ketika salah satu dari unsur-unsur ini dihilangkan, api dapat padam. Dengan mengetahui jenis bahan bakar api dapat membantu menentukan jenis pemadam apa yang akan digunakan dan bagaimana menggunakannya

Untuk memilih alat pemadam yang tepat, Anda harus terlebih dahulu mengenal berbagai klasifikasi kebakaran. Alat pemadam (fire extinguisher) dapat mewakili aspek penting dari sistem fire protection secara keseluruhan. Agar dapat mencapai hasil yang maksimal, peralatan tersebut harus memenuhi berbagai kriteria tertentu dalam kondisi sebagai berikut ini:

Alat pemadam harus:

  • Ditempatkan di lokasi yang tepat.
  • Penggunaan jenis APAR yang tepat untuk menangani api yang timbul.
  • Siap untuk digunakan dan cukup kecil untuk pemadaman agar efektif.