Alat Keselamatan EEBD di Kapal

Definisi dan persyaratan Emergency Escape Breathing Device

Meskipun saat ini masih terdapat beberapa kapal layar dari kayu, dengan kanvas, ruang tar dan powder, kebakaran tetap menjadi salah satu bahaya besar bagi personel kapal laut. Syukurlah risikonya telah berkurang sejak penerapan undang-undang baru, walaupun kebakaran masih dianggap penyebab 30% dari tewasnya korban di laut.

emergency escape breathing device

Dalam sebagian besar kasus, bukan nyala api melainkan asap yang menjadi pembunuhnya. Organisasi Maritim Internasional baru-baru ini menangani masalah ini melalui amandemennya pada Bab II-2 dari SOLAS. Bab II-2 yang direvisi mengatur, untuk pertama kalinya, persyaratan untuk penyediaan alat keselamatan emergency escape breathing device (EEBD) di atas kapal.

EEBD adalah alat udara atau oksigen yang digunakan untuk melarikan diri dari kompartemen yang dipenuhi asap. Emergency Escape Breathing Device tidak diperuntukkan untuk digunakan memadamkan api atau memasuki lubang atau tangki yang kekurangan oksigen. SOLAS sekarang mensyaratkan bahwa EEBD yang diapprove dengan sertifikasi yang valid untuk dibawa di kapal selain alat bantu pernapasan lainnya yang digunakan untuk tujuan yang berbeda.

Artikel ini memberikan wawasan tentang persyaratan baru & interpretasinya, dan merinci bagaimana cara mendapatkan sertifikasi.

Regulasi 13.3.4 dan 13.4.3 dari SOLAS Bab II-2 memberikan persyaratan untuk EEBD.

SOLAS juga mensyaratkan kepatuhan dengan Kode Sistem Keselamatan Kebakaran & MSC / Circ. 849 yang mengatur “Pedoman performa, penempatan, penggunaan, dan perawatan alat keselamatan eebd (emergency escape breathing device)”.

Kode Sistem Keselamatan Kebakaran (FSS Code) diperkenalkan oleh Resolution MSC.98 (73) dan juga merupakan bagian dari Amandemen SOLAS 2000.

PERSYARATAN SOLAS UNTUK KAPAL ‘BARU’ DAN‘EXISTING’

Sebuah kapal ‘baru’ didefinisikan sebagai kapal tempat lunas diletakkan atau yang berada pada tahap konstruksi yang serupa, pada atau setelah 1 Juli 2002. Kapal dengan lunas yang dipasang sebelum tanggal ini didefinisikan sebagai kapal “yang sudah ada” (existing ship)

Kapal baru” harus memiliki alat keselamatan EEBD yang telah tersedia di saat pengiriman sedangkan kapal “yang sudah ada” harus memiliki EEBD selambat-lambatnya dari survei peralatan keselamatan pertama setelah 1 Juli 2002.

Konstruksi kapal baru, yang lunasnya diletakkan sebelum 1 Juli 2002 dan yang dikirim setelah 1 Juli 2002 digolongkan sebagai kapal “yang sudah ada”. Alat keselamatan EEBD masih harus berada di kapal saat pengiriman.

EEBD MARINE

SOLAS sekarang mengharuskan kapal baru dan yang sudah ada untuk memiliki EEBD baik di ruang akomodasi dan ruang mesin. Persyaratan untuk ruang akomodasi cukup jelas, yang menyatakan bahwa semua kapal harus membawa setidaknya dua peralatan di dalam ruang ini.

Namun, jumlah dan lokasi EEBD di dalam ruang mesin tidak ditentukan secara jelas, peraturan hanya menyatakan bahwa EEBD harus ditempatkan, selalu siap digunakan, di tempat-tempat yang mudah terlihat yang bisa dijangkau dengan cepat dan mudah kapan saja jika terjadi kebakaran. Jelas lokasi EEBD adalah dengan mempertimbangkan tata letak ruang mesin dan jumlah orang yang biasanya bekerja di ruang tersebut (lihat interpretasi di bawah).

Selain itu, kapal ‘baru’ diharuskan untuk menyimpan alat keselamatan EEBD di kapal. Jumlah dan lokasi EEBD harus ditunjukkan pada rencana pengendalian kebakaran.

Persyaratan khusus untuk kapal penumpang:

Di semua kapal penumpang, dua EEBD harus dibawa di setiap zona vertikal utama. Bagi kapal yang mengangkut lebih dari 36 penumpang, dua Emergency Escape Breathing Device tambahan (yaitu total empat) harus dibawa di setiap zona vertikal utama.

Persyaratan untuk kapal penumpang tidak berlaku untuk:

Penutupan tangga yang merupakan zona vertikal utama individu, zona vertikal utama di bagian depan atau belakang kapal, yang tidak memiliki risiko kebakaran kecil, sedang, atau lebih besar.

Apa yang diatur Fire Safety Systems Code:

Kode FSS merinci persyaratan untuk desain EEBD, prosedur pengangkutan, penyimpanan, dan penggunaan peralatan. Kode ini juga menyatakan bahwa EEBD harus mampu digunakan setidaknya 10 menit.

Singkatnya, EEBD harus terdiri dari tudung (hood) atau bagian penutup seluruh wajah (full face piece), yang melindungi mata, hidung dan mulut. Tudung dan penutup wajah harus dibuat dari bahan tahan api dan termasuk visor yang jelas untuk dilihat. Penutup wajah harus dirancang untuk membentuk segel lengkap di sekitar mata, hidung dan mulut dan mampu diamankan di posisinya. Hood atau penutup kepala benar-benar menutupi kepala, leher, dan juga menutupi bagian bahu.

Instruksi atau diagram yang secara jelas menggambarkan penggunaan harus dicetak pada setiap EEBD, bersama dengan persyaratan pemeliharaan, merek dagang dan nomor seri pabrikan, umur simpan dengan tanggal pembuatan yang menyertainya dan nama otoritas yang menyetujui. Selain itu, ‘wheelmark’ harus ditempelkan ketika alat keselamatan EEBD dipasok ke kapal berbendera Uni Eropa (untuk menandakan bahwa itu sesuai dengan Marine Equipment Directive).

MSC/Circular.849 – pedoman untuk performance, lokasi, pengunaan dan perawatan emergency escape breathing devices:

MSC / Circular selain menduplikasi banyak dari Kode FSS, tetapi juga mengatur di mana EEBD harus ditempatkan di ruang mesin. Surat edaran menyatakan bahwa kecuali personel secara individual membawa EEBD, pertimbangan harus diberikan untuk menempatkan perangkat emergency escape breathing device tersebut di sepanjang rute pelarian dalam ruang mesin atau di kaki setiap tangga pelarian di dalam ruang.

Ruang kontrol dan workshop yang terletak di dalam ruang mesin juga harus dipertimbangkan sebagai lokasi yang memungkinkan penempatan untuk peralatan emergency escape breathing device.

eebd equipment

Pelatihan dalam penggunaan EEBD harus dianggap sebagai bagian dari pelatihan keselamatan dasar. Untuk menjadi catatan bahwa unit pelatihan, yang harus ditandai dengan jelas, tidak dihitung sebagai bagian dari jumlah unit yang dibutuhkan di kapal.

EEBD juga bisa digunakan untuk melarikan diri dari ruang mesin karena pelepasan fixed gas system secara tidak sengaja. Peralatan juga dapat dibawa oleh petugas pemadam kebakaran dengan tujuan semata-mata untuk menyediakan peralatan kepada personel yang membutuhkan bantuan darurat.

INTERPRETASI

Sejumlah otoritas nasional telah memberikan interpretasi mereka sendiri mengenai jumlah dan distribusi EEBD yang akan dipasang di kapal mereka. Interpretasi ini harus dipatuhi untuk setiap kapal berbendara negara tersebut. Beberapa negara-negara berikut yang telah memberikan interpretasi antara lain: Bahama, Belize, Brasil, Siprus, Denmark, Yunani, Hong Kong, Isle of Man, Liberia, Malta, Kepulauan Marshall dan Panama.

Ada dua filosofi terpisah tentang penggunaan dan karenanya penentuan posisi EEBD, tergantung pada apakah peralatan dimaksudkan untuk ruang akomodasi atau ruang mesin. Hal ini artinya bahwa tidak akan ada EEBD untuk setiap orang di kapal.

Di dalam ruang mesin, seluruh usaha penyelamatan personel tergantung pada personel sendiri dengan cara mengenakan EEBD mereka sendiri.

Seperti yang disyaratkan dalam MSC Circular, EEBD harus diposisikan di kaki tangga di ruang mesin dan di ruang kontrol, workshop, dll. Harus ada sejumlah alat keselamatan EEBD (emergency escape breathing device) yang cukup di ruang untuk digunakan personel yang ada di dalam ruangan tersebut.

Lloyds Register telah memiliki banyak pertanyaan tentang persyaratan ini. Sangat sulit untuk memberikan panduan umum tentang masalah ini karena hampir setiap ruang mesin akan berbeda dalam ukuran dan pengaturan. Jumlah dan posisi alat keselamatan EEBD di ruang mesin harus disesuaikan untuk setiap kapal.

Namun ada beberapa poin yang patut dicatat dalam menentukan posisi dan jumlah EEBD:

Kepada personel di dalam ruang mesin diharapkan untuk menggunakan emergency escape breathing device itu sendiri, dan ada diharapkan memposisikan diri mereka di dekat titik keluar. Selain itu, siapa pun yang dekat dengan pintu keluar diharapkan akan dapat melakukan penyelamatan diri dengan cepat.

Bagian bawah tangga di bagian bawah ruang mesin adalah lokasi yang cocok untuk penempatan, dengan jumlah yang tergantung pada jumlah personel yang kemungkinan akan bekerja di sana pada satu waktu. Perlu dihindari misalnya ketika terjadi situasi yang tidak diinginkan, di mana hanya satu EEBD yang tersedia untuk tiga personel.

Dasar tangga di setiap flat datar juga akan menjadi posisi yang baik untuk penyimpanan. Pengaturan penempatan EEBD harus mempertimbangkan bahwa tidak ada gunanya mencoba mencapai EEBD jika berada di flat di bawah atau di sisi lain ruang mesin.

Satu interpretasi mensyaratkan bahwa jumlah emergency escape breathing device yang harus disediakan di ruang mesin harus sama dengan jumlah kru yang ditetapkan dalam Document of Safe Manning untuk departemen mesin. Namun jumlah maksimum, tidak perlu melebihi delapan perangkat emergency escape breathing device.

Yang lain telah menetapkan minimal empat alat keselamatan EEBD, dengan dua di ruang kontrol dan dua ditempatkan di masing-masing tangga keluar.

Tentu saja penting bahwa semua personel harus dilatih, seperti yang disyaratkan oleh SOLAS, dalam penggunaan EEBD dan mengetahui posisi peralatan di dalam ruang mesin.

Di dalam ruang akomodasi, diantisipasi bahwa EEBD akan dibawa oleh tim penyelamat untuk digunakan personel yang terperangkap agar dapat melakukan pelarian yang aman.

Oleh karena itu logis untuk menyimpan ruang akomodasi EEBD dengan peralatan pihak penyelamat. Hal ini dimaksudkan agar EEBD tersedia bagi pihak pemadam kebakaran yang berusaha menyelamatkan seseorang di ruang mesin.

Jumlah EEBD cadangan yang harus disediakan juga telah menjadi masalah yang diperdebatkan, diantara banyak negara, dan memberikan interpretasi mereka sendiri-sendiri. Hasil dari sebuah diskusi yang berlangsung di IMO tentang masalah ini dan dapat diringkas sebagai berikut:

  • untuk kapal kargo, setidaknya satu EEBD cadangan harus dibawa di atas kapal

  • untuk kapal penumpang, dua EEBD cadangan harus dibawa di atas kapal terlepas dari jumlah penumpang yang diangkut. EEBD yang dibawa untuk tujuan pelatihan merupakan tambahan untuk pelengkap yang diperlukan di atas kapal.

SERTIFIKASI

Lloyd’s Register menerbitkan sertifikat persetujuan untuk EEBD setelah melakukan pemeriksaan dengan hasil yang memuaskan atas laporan pengujian, sesuai dengan standar nasional atau internasional yang ada. Setiap laboratorium uji terakreditasi dapat melakukan pengujian.

Akreditasi untuk melakukan pengujian tersebut diperoleh dari otoritas nasional. Standar, yang telah diusulkan untuk sertifikasi Eropa, yang memberikan persyaratan dan perincian untuk pengujian dan penandaan adalah:

  • EN 400 (1993) – Alat Pelindung Pernafasan untuk Penyelamatan Diri – Self contained closed circuit breathing apparatus – Compressed oxygen escape apparatus.

  • EN 401 (1993) – Alat Pelindung Pernafasan untuk Penyelamatan Diri – Self contained closed circuit breathing apparatus – Chemical oxygen (KO2) escape apparatus.

  • EN 402 (1993) – Alat Pelindung Pernafasan untuk Penyelamatan – Self contained open circuit compressed air breathing apparatus with full face mask or mouthpiece assembly.

  • EN 1146 (1997) – Alat Pelindung Pernafasan untuk Penyelamatan Diri – Self contained open circuit compressed air breathing apparatus incorporating a hood (compressed air escape apparatus with hood).

  • EN 1061 (1997) – Alat Pelindung Pernafasan untuk Penyelamatan Diri – Self contained closed circuit breathing apparatus – Chemical oxygen (NaClO3) escape apparatus

Dimana standar di atas memberikan opsi untuk mouth-piece assembly, masker full-face atau hood, yang dapat diterima sebagai alat keselamatan EEBD.

REFERENSI

  1. IMO Resolution MSC.99 (73) – Adopsi amandemen Konvensi Internasional untuk Keselamatan Kehidupan di Laut, 1974, sebagaimana telah diubah.

  2. IMO Resolution MSC.98 (73) – Adopsi Kode Internasional untuk Sistem Keamanan Kebakaran.

  3. IMO MSC/Circular 849 – Pedoman untuk kinerja, lokasi, penggunaan dan perawatan emergency escape breathing device (EEBD).